09

Apr 2022

Test Marshall

Metode uji Marshall adalah metode yang paling umum digunakan dan distandarisasi oleh American Society for Testing and Materials 1997 (ASTM, 1997). Dalam metode ini, ada 3 parameter penting dalam pengujian, yaitu beban maksimum yang dapat dipikul oleh benda yang diuji sebelum dihancurkan, yang disebut stabilitas Marshall  dan deformasi permanen dari benda yang diuji sebelum dihancurkan disebut aliran Marshall, dan turunannya adalah perbandingan antara keduanya (Marshall Stability vs Marshall Flow) yang disebut  Marshall Quotient (MQ). MQ adalah nilai pengembangan kekerasan (Speedo Stiffness), yang menunjukkan ketahanan  terhadap deformasi permanen campuran aspal.

Marshall Tool adalah alat press yang dilengkapi dengan test ring yang memiliki kapasitas 22,5 KN atau 5000 lbs. Loop kontrol dilengkapi dengan  pengukur yang berguna untuk mengukur stabilitas campuran. Terdapat juga flow meter untuk mengukur titik leleh plastik, karena prinsip dasar dari metode Marshall adalah untuk memeriksa stabilitas dan flowability, serta menganalisis densitas dan porositas campuran  yang terbentuk padatan.

Secara garis besar tes Marshall ini meliputi: 

  1. Mempersiapkan subjek tes. 
  2. Tentukan kerapatan semu dari benda uji. 
  3. Periksa nilai stabilitas dan laju aliran. 
  4. Perhitungan sifat volumetrik benda yang diuji..

Oleh karena itu, untuk mengatasi atau meminimalkan kelemahan, perlu untuk memasukkan perhitungan selama proses pengujian Marshall, termasuk bahasa program Borland Delphi 7.0 berbasis di lingkungan Windows dan diproduksi oleh Microsoft. Pencarian ini terbatas pada hasil tes pemrograman  dengan  alat Marshall ke level aspal yang optimal dan parameter Marshall lainnya dengan memasukkan data data yang dibutuhkan

Tes Marshall 

 Kinerja beton plastik padat ditentukan oleh tes tes termasuk: menentukan bobot volume subjek tes. 

  1. Periksa nilai stabil, adalah kemampuan konkret maksimum plastik padat 
  2. Terima unduhan sampai mencapai penyalahgunaan plastik. 
  3. Tes pendidikan (laju aliran), adalah jumlah perubahan  beton plastik 98 
  4. Plastik plastik padat karena beban pada batas keruntuhan. 
  5. Perhitungan Kuosien Marshall, adalah perbandingan antara stabilitas dan aliran. 
  6. Perhitungan  volume pori pada beton aspal padat (VIM, VMA dan VFA). 
  7. Hitung ketebalan film matt atau  aspal.

Pengujian unjuk kerja aspal padat dilakukan melalui uji Marshall yang  pertama kali dikembangkan oleh Bruce Marshall dan dilanjutkan oleh Amerika Serikat. Tubuh manusia. Insinyur. Instrumen Marshall adalah alat press yang dilengkapi dengan  ring uji (test ring) berkapasitas 22,2 KN (= 5000 lbf) dan flow meter. Test ring digunakan untuk mengukur nilai stabilitas dan flow meter digunakan untuk mengukur aliran atau flow dari plastik. Prototipe Marshall adalah silinder dengan diameter inch (= 10,2 cm) dan tinggi 2,5 inch (= 6,35 cm). Prosedur pengujian Marshall sesuai dengan SNI 062891991 atau ASTM D 155976. Laksanakarya